Penanaman bersama sebagai upaya preventif cegah tanah retak & bergerak serta sosialisasi pengamanan hutan
Tegal, 11 Februari 2026 – Upaya preventif pencegahan tanah retak dan pergerakan tanah dilakukan melalui kegiatan penanaman bersama yang dilaksanakan pada Rabu (11/02/2026) di Dukuh Tipar, Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Kegiatan ini dirangkaikan dengan sosialisasi pengamanan hutan serta penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan kawasan hutan.
Sebanyak 800 batang stump bambu ditanam sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur tanah dan mencegah potensi longsor. Selain itu, dilakukan penanaman simbolis bibit Pete dan Asem Jawa sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 peserta, yang terdiri dari unsur CDK V (Fahmi Sy), Asper BKPH Jatinegara beserta tim (Bpk. Taufik Hidayat, mantri, dan mandor), Kepala Desa Tamansari (Bpk. Tarno), Kanit Bimas Polsek Jatinegara (Bpk. Supriyono), serta masyarakat Dukuh Tipar.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tamansari menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pencegahan bencana. Ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kawasan hutan agar tetap lestari dan produktif.
Kanit Bimas Polsek Jatinegara dalam materinya menekankan pentingnya pengamanan hutan dari berbagai potensi gangguan, termasuk perambahan dan penebangan liar. Menurutnya, perlindungan hutan membutuhkan peran aktif semua pihak, terutama masyarakat sekitar kawasan hutan.
Sementara itu, Asper Perhutani BKPH Jatinegara memaparkan tentang pengelolaan hutan bersama masyarakat di kawasan KPS (Kawasan Perlindungan Setempat). Konsep kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara fungsi ekologis dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Penyuluh CDK V, Fahmi Sy, juga menyampaikan materi mengenai pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Penanaman hari ini menjadi investasi penting demi kelestarian lingkungan dan keselamatan generasi mendatang.
๐ฑ Penanaman bersama sebagai upaya preventif cegah tanah retak & bergerak serta sosialisasi pengamanan hutan ๐ณ

